Ada Tips Memberikan Telur Sebagai Makanan Bayi

Ada Tips Memberikan Telur Sebagai Makanan Bayi

Pastinya semua bunda sudah tau bahwa telur mengandung banyak protein dan kebaikan untuk buah hati. Anda baru saja melewati proses persalinan untuk itu bagi ibu yang baru saja mempunyai anak dan kurang pengetahuan tentang memberikan makanan untuk bayi saat masih ASI. Yap usia 6 bulan pada bayi, membuat mereka telah cukup siap untuk diberikan makanan bayi sebagai pelengkap ASI. Karena pada usia 6 bulan bayi siap mencerna makanan yang memang dianjurkan untuk bayi usia 6 bulan sebagai pelengkap ASI.

Masih banyak ibu yang masih keliru dalam mengaplikasikan pemberian makanan MPASI atau makanan pendamping ASI pada buah hatinya. Ada orang tua yang dengan leluasa memberikan makanan padat lain pada anaknya saat si bayi masih berusia dibawah 6 bulan. Padahal hal ini sebenarnya tidak diperbolehkan karena bayi belum cukup kuat pencernaan dan lain-lainnya.

Memang benar tidak semua bayi, memiliki system pencernaan yang sama, sehingga 6 bulan bukanlah patokan yang baku seperti yang sudah kami beritahukan diartikel sebelumnya. Ketika bunda yang baru saja melahirkan dan belum tau banyak informasi untuk tumbuh kembang bayi. Tenang tidak perlu khawatir karena dijaman sekarang yang semuanya serba mudah dengan internet dan semuanya bisa dijangkau.

Tidak heran jika banyak bunda tidak mau melewatkan moment special ini dengan cara memikirkan dan menyiapkan makanan bayi dari jauh-jauh hari. Setiap tubuh kembangnya tidak mau melewatkan hal yang unik ketika si kecil tunjukkan mulai dari cara mengepalkan tangan, berbicara yang belum jelas keluar dari mulutnya dan lain sebagainya. Namun hal ini juga perlu diperhatikan dan harus tetap berada pada jalurnya ya bunda. Jangan sampai ketika anda sudah belanja segala persiapan makan anak pas disaat mau masak ternyata bahan-bahannya sudah lewat batas waktu. Walaupun ini suatu hal yang menyenangkan dan jangan sampai dilewatkan setiap tumbuh kembang anak namun harus tetap dalam porsi yang wajar.

Nah langsung saja pada artikel ini kami akan membahas tips memberikan telur sebagai makanan bayi. Karena telur adalah salah satu jenis makanan yang bisa anda berikan untuk buah hati anda. Bukan hanya untuk orang dewasa namun telur bisa dikonsumsi oleh siapapun. Untuk mengetahui kandungan gizi dalam telur, maka langsung saja kami akan memberikan paduan memberikan telur sebagai makanan untuk buah hati anda simak berikut ini :

  1. Berikan Pada Saat Anak Sudah Berusia 6 Bulan

Telur sudah boleh dikonsumsi dan diberikan pada bayi saat usia 6 bulan. Kesiapan pencernaan kerja makanan untuk bayi itu harus diperhatikan terutama pada tenggorokannya jika bayi belum siap dan lainnya akan merasakan tersedak. Untuk itu sebaiknya telur diberikan pada saat usia anak sudah masuk usia 6 bulan. Dibawah usia 6 bulan tidak diperkenankan diberikan lebih cepat.

  1. Perhatikan Putih Telur Adalah Salah Satu Penyebab Alergi

Walaupun rasanya yang nikmat namun telur juga bisa menjadi sumber masalah untuk penderita alergi. Untuk itu pada saat memberikan telur sebaiknya dahulukan memberikan kuning telurnya. Bila anda mendapati sesuatu yang tidak beres, atau melihat tanda dan gejala alergi setelah si kecil diberikan telur, maka sebaiknya tunda memberikan telur sebagai makanan hingga di kecil berusia 1 tahun dan konsultasikan ke dokter.

  1. Kenali Ciri-Ciri Alergi Telur

Penting sekali bunda mengetahui tanda atau cirri dari alergi telur. Hal ini sangat dibutuhkan agar ibu dapat mencegah dan tidak panic jika ini terjadi pada buah hati :

Setelah bayi mengkonsumsi telur, akan timbul gatal pada bagian hidung dan keluarnya cairan dari bagian tertentu.

Mata bayi yang gatal dan juga disertai dengan berair. Kondisi ini umumnya akan bisa terlihat dari gerak bayi yang mulai melakukan gerakan tangan yang didekatkan pada matanya.

Timbulnya bengkak atau ruam merah pada tubuh.

Beberapa gejala diatas tanda alergi tubuh terhadap telur. Untuk itu, sebaiknya segera periksakan kesehatan si buah hati ke dokter agar penanganan yang aman dan tepat bisa segera didapatkan.

  1. Hindari Menyajikan Telur Setengah Matang Untuk Buah Hati

Banyak orang senang menyajikan telur setengah matang pada telur rebus, ceplok dan lainnya. Namun telur yang dimasak tidak matang atau setengah matang akan sangat berbahaya untuk ibu hamil dan juga bayi. Sebab dalam bagian telur yang marang, terdapat bakteri salmonella yang mungkin belum mati. Bakteri ini hanya akan mati pada suhu 71 drajat celcius. Untuk itu sebaiknya pastikan memberikan telur yang disajikan untuk buah hati dalam keadaan yang benar-benar matang. Bila anda berikan telur rebus, tingkat kematangan yang benar-benar baik dengan merebus selama 8-10 menit.

  1. Waspadai Telur Mentah Yang Tersembunyi

Beberapa produk dengan kandungan telur mentah sebaiknya diwaspadai. Seringkali ita tidak sadar bahwa beberapa produk ini sebaiknya tidak diberian pada bayi, mengingat kandungan telur mentah didalamnya. Perlu anda ketahui produk mayones dan es krim salah satu memiliki kandungan mentah. Memang ini jarang digunakan pada bayi namun sering kali bayi suka menangis ketika bunda sedang makan es krim contohnya pastinya terkadang bayi suka merengek karena menarik hati buah hati anda. Anda bisa memberikan secuil saja lalu bisa umpetin. Untuk itu ada baiknya ibu menghindari anak ketika ingin makan makanan tersebut.

  1. Batasi Jumlah Konsumsi Telur Yang Diberikan

Sebaiknya anda membatasi memberikan makanan yang satu ini. Hal ini dikarenakan pada telur terkandung kolesterol yang cukup tinggi. Pada orang dewasa batas mengkonsumsi telur 300mg setiap harinya. Untuk itu batasi bayi anda dari konsumsi telur terlalu banyak, guna menghindari kemungkinan obesitas atau kelebihan berat badan padanya. Jika orang dewasa maksimum batasan konsumsi telur perharinya adalah 2, untuk bayi sebaiknya dibatasi 1-2 butir telur setiap minggunya.

  1. Perhatikan Merebus Telur Terlalu Lama Dapat Mempengaruhi Nutrisinya

Bila telur direbus terlalu lama, maka seringkali ketika akan melihat warna hijau atau garis keabu-abuan yang tercampur dengan warna kuning telur dan putih telur. Timbulnya warna ini dipengaruhi oleh kandungan zat besi dan sulfur yang ada pada telur apabila direbus dengan waktu yang berlebihan. walaupun tampilan telur yang direbus terlalu lama sama yang normal tidak ada bedanya. Namun dalam hal ini kualitas protein didalamnya menjadi berkurang.

Cara Mengolah Telur Sebagai Makanan Pendamping ASI Untuk Buah Hati

Disini anda perlu juga memperhatikan bahan bumbu lain seperti penyedap rasa tidak diperlukan dan tidak diberikan. Bisa anda berikan garam sedikit saja anda bisa menyajikan hidangan olahan telur yang enak untuk buah hati. Simak berikut olahan apa saja yang enak untuk buah hati agar tidak bosan menyantap makanan yang itu-itu saja.

  1. Scrambled

Cara pertama yang bisa dibuat yaitu scrambled atau diorek. Metode yang satu ini bisa dilakukan dengan menggoreng telur dalam wajan namun tidak melibatkan banyak minyak, diaduk sampai semua bagian telur tercampur. Perhatikan untuk proses masaknya agar matang dan aman untuk buah hati.

  1. Boiled

Cara yang kedua dengan boiled atau dengan merebus telur ayam dalam air dengan mendidih selama kurang lebih 10 menit sampai matang namun tidak berlebihan.

  1. Mencampurnya Dengan Bubur

Cara lainnya anda bisa kombinasikan telur bersama dengan bubur yang akan dimakan. Cara ini akan memudahkan bayi mencerna dan menelan telur yang disantap buat telur sehalus mungkin.

Itu dia yang dapat dilakukan pada saat anda hendak mengolah telur untuk dijadikan makanan bayi. Jangan lupa perhatikan kembali bahan makanan yang baik dan bergizi untuk buah hati. Semoga bermanfaat.

Reply