Adapun Penyebab Pengapuran Plasenta Lalu Bagaimana Solusinya?

Adapun Penyebab Pengapuran Plasenta Lalu Bagaimana Solusinya

Rata-rata ibu yang sedang mengandung sudah mengetahui apa itu plasenta kami akan jelaskan dengan singkat. Yaitu organ berbentuk kantung yang berfungsi sebagai rumah bagi janin bertumbuh kembang selama ada didalam rahim atau perut ibu. Plasenta bukan hanya segumpalan daging yang kita fikir itu sebagai kotoran bayi. Plasenta menyediakan oksigen dan nutrisi sebagai makanan bayi, dan juga melindungi bayi agar tetap sehat dan bebas dari serangan virus dan kuman yang mungkin ada didalam tubuh ibu. Untuk itu ketika ada persoalan gangguan plasenta saat kehamilan dapat membawa dampak buruk terhadap tumbuh kembang bayi. Salah satunya seperti yang akan kami bahas kali ini pengapuran plasenta. Apa sih akibatnya, penyebabnya dan bagaimana untuk solusinya?

Apa itu pengapuran plasenta? Ini merupakan kondisi penuaan plasenta akibat adanya penumpukan kalsium yang disebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di plasenta. Pengapuran plasenta ditandai dengan kemunculan bintik-bintik putih menyebar dari dasar plasenta hingga permukaannya. Bagaimana bisa melihatnya? Anda perlu yang namanya pemeriksaan USG. Semakin bertambahnya usia kehamilan plasenta akan mengalami perubahan tujuannya untuk dapat memfasilitasi tumbuh kembang bayi dari waktu ke waktu, nah selama masa perubahan ini resiko munculnya pengapuran plasenta.

Lalu apa penyebabnya? Untuk persoalan yang satu ini belum di ketahui pasti apa penyebabnya. Namun pada kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai macam factor. Mulai dari keturunan hingga factor lingkungan seperti radiasi, frekuensi suara rendah, dan reaksi terhadap obat-obatan tertentu. Dan juga adanya infeksi bakteri yang diperkirakan dapat menyebabkan pengapuran.

Perlu diketahui pada usia berapa pengapuran dapat terjadi pada ibu hamil. Plasenta sudah mulai terbentuk begitu usia kehamilan menginjak 12 minggu. Dan kemudian plasenta akan terus mengalami perubahan seiring masa kehamilan. Dan perkembangan plasenta dibagi menjadi 4tahap. Dari skor 0 (tidak matang) sampai 3 ( sangat matang). Tingkat 1 terjadi pada kehamilan usia 31-32 minggu, tingkat 2 terjadi selama 36-37 minggu, dan tingkat 3 terjadi kehamilan sekita 38 minggu. Pengapuran plasenta pada tingkat 3 nilai bintik-bintik pengapuran sudah terbentuk menjadi lingkaran mirip cincin yang mengelilingi plasenta.

Namun penelitian mengungkapkan ibu hamil beresiko tinggi mengalami pengapuran plasenta pada usia kehamilan 28-34 minggu. Sekitar 18% kehamilan dilaporkan mengalami pengapuran yang parah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini lebih umum terjadi pada : kehamilan di usia muda atau remaja, kehamilan pertama, wanita yang merokok saat hamil.

Adapun resiko kesehatan yang mungkin terjadi akibat pengapuran plasenta yang pada dasarnya wajar terjadi selama kehamilan namun bisa juga menandakan adanya gangguan kesehatan yang dialami bayi dalam kandungan. Pengapuran plasenta sebelum kehamilan menginjak usia 32 minggu beresiko menyebabkan pendarahan saat persalinan, abrupsio plasenta, bayi lahir premature/ APGAR skor rendah, dan janin bisa meninggal saat masih dalam kandungan. Sebanyak 20-40% dari kehamilan normal akan mengalami pengapuran ketika usia kehamilan menginjak 37 minggu. Walaupun demikian resiko pengapuran plasenta bisa terbilang rendah jika memang tidak didasari dengan factor-faktor diatas.

Adapun solusi atau cara mencegahnya karena peranan plasenta sangatlah penting untuk melindungi kesehatan dan keselamatan janin selama masa kehamilan. Dan penyebab pengapuran plasenta sampai saat ini masih belum diketahui, untuk itu masih terbilang sulit juga untuk menentukan langkah pencegahannya yang spesifik. Kita ambil cara umum saja untuk tetap menjaga kesehatan kehamilan untuk menghindari gangguan plasenta dan komplikasi kehamilan, termasuk pengapuran plesenta. Tidak ada kata terlambat jika anda mau memulainya sekarang untuk stop merokok saat hamil, jalani hidup yang sehat dengan makan yang seimbang dan rajin olahraga. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang pentingnya menjaga kesehatan kehamilan.

Reply