Apakah Itu Kehamilan Ektopik?

Apakah Itu Kehamilan Ektopik

Bagi anda yang baru saja dikaruniai calon buah hati rasanya pasti bangga dan senang. Namun ketika anda merencanakan kehamilan tentunya sangat penting mengetahui seputar kehamilan dan kali ini kami akan membahas tentang kehamilan ektopik yang biasa dikenal dengan kehamilan diluar kandungan ini merupakan suatu kondisi kehamilan dimana sel telur yang sudah dibuahi tidak mampu menempel atau melekat pada rahim ibu. Tapi melekat pada tempat yang lain atau berbeda, tempat tersebut bernama tuba falopi atau saluran telur, di leher rahim, dalam rongga perut atau di indung telur. Kehamilan ektopik merupakan suatu kondisi dimana sel telur yang telah dibuahi mengalami implantasi pada tempat selain tempat seharusnya yaitu uterus. Jika sel telur yang telah di buahi menempel pada saluran telur, ini akan mengakibatkan bengkaknya atau pecahnya sel telur akibat pertumbuhan embrio.

Kehamilan ektopik ini menimpa sekitar 1% dari seluruh kehamilan dan hal ini merupakan suatu kondisi yang berbahaya dan ini sudah membicarakan tentang nyawa seorang ibu. Jika di biarkan kondisi ini semakin bahaya karena ini disebabkan oleh pendarahan dalam rongga abdomen dan bukan terjadinya pendarahan keluar. Dalam kasus kehamilan ektopik janin sangat mempunyai kemungkinan kecil dapat bertahan hidup. Contohnya saja kehamilan abdominal disini kehamilan dan janin bisa bertahan hingga masa persalinan. Tapi jika persalinan dilakukan dengan cara Caesar maka dapat di harapkan bayi dapat bertahan hidup.

Penyebab kehamilan ektopik ini disebabkan dari berbagai hal antara lain adanya infeksi pada saluran falopi (tuba falopi-fallopian tube) nah kehamilan ektopik ini kemungkinan besar bisa terjadi di kondisi :

  • Pertama ibu pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
  • Kedua pernah mengalami operasi pembedahan pada daerah sekitar tuba falopi
  • Ketiga ibu pernah mengalami (DES) selama masa kehamilan
  • Keempat kondisi tuba falopi yang mengalami kelainan congenital
  • Kelima memiliki riwayat penyakit menular seksual seperti gonorrhea, klamidia, dan PID

Gejala yang di timbulkan dari kehamilan ektopik ibu akan mengalami rasa sakit di daerah panggul dan itu salah satu sisi. Lalu mengalami kondisi perdarahan vagina di luar jadwal menstruasi. Lalu mengalami rasa nyeri yang sangat pada daerah perut bagian bawah. Lalu yang terakhir ibu hamil mengalami pingsan. Masih banyak gejala yang di timbulkan. Nah untuk diagnose kehamilan ektopik sangat sulit di diagnose oleh dokter. Karena gejala yang di timbulkan juga terjadi atau biasanya terjadi pada kehamilan normal. Ada cara yang bisa dilakukan untuk mendekteksi terjadinya kehamilan ektopik :

Menggunakan USG melalui ini anda bisa mendeteksi kehamilan ektopik karena tuba falopi terdekat mengalami kerusakan dan terjadinya pendarahan. Kedua melalui pengukuran terhadap kadar HCG nah ibu hamil yang mengalami ektopik tidak mengalami peningkatan lalu selanjutnya dilakukan pembedahan dengan sayatan kecil dibagian bawah perut. Tindakan pengobatan apa yang bisa dilakukan untuk masalah satu ini? Tentunya dengan cara pemberian obat-obatan untuk menahan perkembangan embrio. Efek jangka panjang akan dapat terhindar jika kehamilan ektopik dapat terdekteksi sejak dini. Pemberian obat juga tentunya harus khusus melalui obat suntikan agar dapat di serap oleh tubuh. Jika ini membutuhkan penanganan yang cukup serius seperti jika tuba falopi telah mengembang, maka dokter akan mengambil tindakan operasi.

Jadi itu informasi seputar kehamilan ektopik yang bisa di bahas. Semoga bermanfaat dan jangan lupa mulai dari sekarang tidak ada kata terlambat jika anda ingin memulainya dengan melakukan pemeriksaan rutin, terutama sekarang sudah ada layanan masyarakat yang bisa membantu. Tetap sehat demi calon buah hati anda.

Reply