Baik Atau Tidak Memulai Program Hamil Dalam Kondisi Depresi?

Baik Atau Tidak Memulai Program Hamil Dalam Kondisi Depresi

Tentunya ketika pasangan yang baru saja menikah pastinya menginginkan kehadiran buah hati yang ada di tengah-tengah keluarga kecilmu. Ketika didunia ini banyak orang yang mudah saja membuang bayi, namun diluar sana bagi sebagian pasangan sangat mau mempunyai keturunan. Memulai program hamil pada seorang wanita perlu dipersiapkan dengan baik. Mulai dari pemerhatian gizi, asupan makanan sampai dengan kesiapan mental dan fisik baik dari suami maupun sang istri.

Ketika sudah menjadi sepasang suami istri jangan sampai tidak ada komitmen didalam hubungan, apapun permasalahnnya segera di bicarakan dan dikonsultasikan agar tidak menimbulkan rasa stress, tertekan atau depresi. Karena ini tentu berpengaruh terhadap factor kesuburan seorang wanita. Dan pada saat ini kami akan membahas baik atau tidak memulai program hamil dalam kondisi depresi? Simak berikut ini :

Banyak orang percaya bahwa kehamilan dan impian menjadi calon ibu yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat akan dapat membangkitkan naluri dalam diri seseorang untuk dapat mengasuh dan membesarkan buah hatinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Dengan begitu maka hal ini akan dapat menjadi obat depresi yang ampuh untuk seorang perempuan yang tengah dilanda masalah tekanan mental yang cukup besar. Namun sayangnya hal tersebut tidak berlaku untuk semua ibu. Sebuah penelitian yang dilakukan di Massachusetts General Hospital(MGH) Center for Women’s Health menunjukan sebuah data bahwa sebanyak 20 persen dari jumlah wanita yang dilakukan uji coba depresi dengan kehamilan, tetap menunjukan gejala-gejala depresi selama kehamilannya. Bahkan kondisi ini masih dialami pada saat si bayi dilahirkan.

Sejumlah penelitian pun berhasil membuktikan bahwa depresi yang tidak diobati akan sangat berbahaya. Terutama untuk kesehatan ibu dan bayi yang mereka kandung. Tentu tingkat stress yang di rasakan ibu berbeda-beda. Selain cukup istirahat ibu segera konsultasikan ke dokter dan tenangkan fikiran sejenak. Bagaimanapun kesehatan anda menjadi prioritas utama untuk bisa menjalani kehidupan anda agar lebih baik.

Tentunya ini berpengaruh pada tubuh kesehatan ibu dan bayi, Bahkan dalam beberapa kasus, depresi pada saat hamil akan dapat berpengaruh terhadap kecacatan janin, kelahiran prematur atau bahkan kematian janin dalam kandungan atau keguguran.

Adapun pertanyaan kapankah waktu terbaik untuk mengikuti program kehamilan? Meski akan beresiko cukup besar, namun hal ini bukan berarti bahwa mereka yang mengalami depresi atau pernah mengalami depresi dilarang untuk ikut program hamil. Bagaimana pun kehamilan adalah angan-angan terbesar seorang istri dalam melengkapi kehidupan berumah tangganya.

Jadi demikian, anda akan bisa mewujudkan impian untuk menimang buah hati anda sendiri. Asalkan program hamil dilakukan pada waktu dan masa yang tepat maka besar kemungkinannya kehamilan yang dijalani akan sehat. Dan jangan lupa konsultasikan selalu ke dokter kandungan. Semangat menanti calon buah hati lahir kedunia.

Reply