Ciri Dari Autis Ringan Atau Anak Berkebutuhan Khusus Ringan

Ciri Dari Autis Ringan Atau Anak Berkebutuhan Khusus Ringan

Pada dasarnya didalam dunia kemedisan tidak ada yang namanya autis ringan/anak berkebutuhan khusus ringan. Dan perlu diketahui pada beberapa kasus tidak semua anak autis mengalami gangguan social ataupun komunikasi yang berat. Bahkan ada beberapa anak penderita autis tidak mengalami masalah sama sekali. Namun ketika ia harus ditemukan dengan teman-temannya yang lain dilingkungannya ia akan mengalami kesulitan berteman dengan teman-temannya. Namun ada beberapa orang tua yang memang mengizinkan untuk buah hatinya sekolah di sekolahan umum agar dapat beradaptasi dan terbiasa walaupun memang tetap harus dengan pengawasan yang terbaik.

Pada anak yang mengalami autis akan menunjukkan beberapa gejala dan semua itu tidak sama. Namun pada umumnya, anak yang menderita autis akan menunjukkan beberapa ciri-ciri yang akan kami bahas berikut ini :

  • Sulitnya untuk focus saat diajak berkomunikasi

Anak cenderung akan menghindari kontak mata saat berbicara. Dan biasanya mengalihkan perhatian dengan melakukan gerakan-gerakan yang menjadi kebiasaanya seperti menggaruk, mengetuk-ngetuk, dsb.

  1. Ada beberapa masalah, anak penderita autis akan menunjukkan kemampuan komunikasi yang baik namun tidak bisa menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan isi pembicaraan. Pada kondisi ini normal di alami semua anak autis akan mengalami kesulitan dalam hal berekspresi. Eskpresi yang sering di tunjukkan cenderung datar atau tanpa ekspresi.
  2. Ada ciri anak autis ringan yang biasanya tidak menggunakan gesture atau gerakan tubuh saat berkomunikasi. Dan ia cenderung akan menghindari pembicaraan yang panjang dan hanya menjawab sesukannya dan dengan singkat. Namun beda halnya ketika pembicaraannya menarik perhatiannya maka ia akan tertarik dan membahas tentang apa yang menurutnya menarik.
  3. Bagi anak penderita autis cenderung memiliki kebiasaan atau perilaku repetitive. Contohnya ia akan melakukan gerakan berulang seperti menggaruk jari, mengetuk benda disekitarnya dan ia kadang mengucapkan frasa atau kata tertentu secara berulang tanpa mengetahui arti dan maknanya.
  4. Ia akan cenderung lebih menyukai kegiatan yang familiar untuknya. Jika ada kegiatan yang menginterupsi maka ia akan marah dan menunjukkan sikap yang agresif. Ciri ini mirip dengan gangguan OCD dan juga kondisi autis disertai dengan gangguan termasuk OCD tersebut.
  5. Anak autis biasanya tidak memiliki kemampuan untuk memahami nilai-nilai interaksi social di sekitarnya sekalipun ia telah melihat banyak orang yang melakukannya. Misalnya saja dalam hal menyapa / ramah kepada orang lain. anak autis akan cenderung kesulitan untuk melakukan hal tersebut. Dan anak autis tidak bisa memulai suatu percakapan dan berbicara jika disaat dia memerlukan saja contohnya makan, laper, haus.

Bagi anak penderita autis bisa saja menunjukkan ciri-ciri seperti di atas, namun ada juga memang yang menunjukkanya sebagian saja dari antara ciri-ciri di atas. Diharapkan ciri-ciri diatas tidak terjadi pada anak anda, namun jika memang anak anda berkebutuhan khusus sangat penting diperhatikan dan penanganannya agar cepat dan tepat untuk membantu perkembangan social, komunikasi, dan kognitifnya.

Reply