Ketahui Sulit Hamil, Haruskah Untuk Memeriksakan Kesuburan?

Ketahui Sulit Hamil, Haruskah Untuk Memeriksakan Kesuburan

Setiap pasangan yang baru saja menikah ada yang ingin segera mempunyai momongan, namun ada juga yang santai tidak terlalu di fikirkan jika di berikan kepercayaan cepat bersyukur ya. karena banyak yang ingin mempunyai momongan namun belum bisa. meskipun demikian di Indonesia kesadaran pasangan suami istri yang bermasalah dengan sulitnya mendapatkan keturunan jarang sekali melakukan pemeriksaan. Penelitian yang dilakukan pada rumah sakit di Indonesia, hampir 56 persen memilih tidak memeriksakan kesuburan dikarenakan ketakutan dengan hasil pemeriksaan, seperti divonis mandul.

Tentunya ketika sebelum anda memutuskan untuk menikah bersama pasangan ada baiknya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu agar anda mengetahui dimana jika ada situasi sulitnya hamil, haruskah untuk memeriksakan kesuburan anda dan pasangan? Jawabannya iya sangat perlu dan penting. Pemeriksaan kesuburan dapat dilakukan apabila anda telah menikah dalam kurun waktu 8-12 bulan tanpa menggunakan alat kontrasepsi dan melakukan hubungan suami istri aktif akan tetapi belum muncul tanda-tanda kehamilan.

Pada umumnya pasangan yang menikah sebanyak 75% akan hamil dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, sedangkan 25% akan hamil dalam kurun waktu 6-9 bulan setelah menikah. Apabila anda masih mengalami kesulitan hamil setelah 12 bulan menikah sebaiknya memeriksakan kesuburan, meskipun pada kondisi tertentu pemeriksaan kesuburan dapat dilakukan dalam waktu yang lebih cepat sehingga tidak harus berpatokan pada waktu 12 bulan. Pemeriksaan dini bagi wanita yang menikah di atas usia 35 tahun, wanita yang sering mengalami gangguan datang bulan, pernah melakukan operasi pasca keguguran, atau menderita infeksi pada rahim. Simak berikut ini ada beberapa tahapan simple yang penting untuk mengetahui tingkat kesuburan yang dapat dilakukan oleh pria dan wanita :

  1. Jangan males untuk membaca buku paduan lengkap kehamilan dan persalinan. Misalnya adalah dengan pemeriksaan payudara, fisik pada area kewanitaan dan juga kelenjar tiroid yang berada pada rahim sedangkan pada pria mengetahui fungsi saluran sperma, testis, prostate, skrotum yang bertujuan peranan organ tersebut telah maksimal atau mengalami masalah.
  2. Harus dilakukan pemeriksaan darah dan ini dilakukan bagi wanita yang mengalami datang bulan yang tidak teratur. Sedangkan untuk pria dilakukan pemeriksaan darah pada hormone yang berhubungan dengan pembentukan sperma.
  3. Pemeriksaan usg ini berfungsi untuk mengetahui kelainan pada alat reproduksi secara detail, salah satunya mengetahui kista dan gangguan lainnya.
  4. Pemeriksaan khusus ini dilakukan untuk mengetahui kondisi rahim wanita dan juga tuba falopi dengan menggunakan suntikan cairan tertentu.

Yang terpenting ikuti saja prosedur yang harus dilakukan dan jangan ada kata takut jika ingin memastikan semuanya lancar setelah menikah. Selamat berbahagia untuk anda dan pasangan yang dikaruniai calon bayi yang akan segera datang ke dunia. Tetap sehat dan jangan lupa hidup sehat itu penting.

Reply