Mari Kita Mengenal Apa Itu Abortus Inkomplit Serta Penyebab & Cara Penanganan

Mari Kita Mengenal Apa Itu Abortus Inkomplit Serta Penyebab & Cara Penanganan

Abortus Inkomplit, yap dua kata ini pastinya sebagian besar dari kalian tidak mengenal akan dua kata tersebut. Dua kata tersebut merupakan permasalahan yang fatal serta sangat riskan bagi sebagian besar wanita yang tidak diinginkan. Pasalnya, Abortus inkomplit ini menyebabkan gagalnya seorang wanita untuk mendapatkan kehamilan yang diharapkan. Apalagi jika kalian sudah mengalami pendarahan pada saat hamil muda, sudah pasti kalian harus waspada akan semua kemungkinan yang akan terjadi. Lantas, apa ya yang dimaksud oleh Abortus Inkomplit ??

Suatu keguguran yang dialami oleh wanita akan tetapi tidak seluruh janin atau jaringan kehamilan tidak ikut luruh. Terdapat sisa-sisa kehamilan yang menempel dan juga tertinggal didalam Rahim. Biasanya penyakit ini terjadi pada usia kandungan dibawah 20 minggu. Saat pendarahan pada kasus ini, memang masuk dalam golongan pendarahan yang cukup banyak disertai dengan rasa sakit yang sangat hebat. Keguguran ini awal mulanya terjadi dikarenakan pecahnya selaput ketuban sehingga janin akan keluar dan akibatnya terjadi pendarahan yang hebat. Pada saat keadaan mulut Rahim yang sudah menipis dan terbuka, tenaga kesehatan atau medis akan melakukan pengecekkan pada panggul untuk memastikan adanya abortus inkomplit atau tidak.Jadi, Abortus Inkomplit merupakan suatu kondisi dimana sebagian sisa-sisa dan juga jaringan pada masa kehamilan yang masih tertinggal didalam Rahim pada saat pemeriksaan vagina. Hal ini tentunya ditandai dengan serviks yang masih terbuka dan juga teraba sebuah jaringan uteri.

Abortus memiliki berbagai macam jenis diantaranya abortus imminens, abortus insipiens, abortus infeksiosis, abortus komplitus dan juga abortus inkomplitus. Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai jenis-jenis dari abortus.

  1. Abortus imminens terjadi saat seorang wanita hamil yang mengalami pendarahan pada saat kehamilan belum cukup bulan. Abortus ini juga ditandai oleh adanya bercak pendarahan yang akan berpengaruh pada kelangsungan sang janin. Pada kondisi ini, hanya diperlukan bed rest atau istirahat yang penuh ditempat tidur.
  2. Abortus insipiens merupakan pendarahan yang semakin meningkat dan ibu hamil belum cukup bulan. Abortus jenis ini ditandai dengan pendarahan yang tergolong ringan sampai berat. Abortus ini akan menyebabkan proses keguguran sedang berlangsung.
  3. Abortus inkomplitus dimana pendarahan yang terjadi diusia muda. Abortus ini merupakan suatu proses keguguran dimana janin telah keluar dari dalam Rahim melalui mulut Rahim. Abortus ini diperlukan tindakan curetase yaitu pembersihan Rahim dari sisa-sisa kehamilan yang masih menempel.
  4. Abortus infeksionis, abortus ini disebabkan oleh indeksi dari penyebaran kuman dan juga toxin yang akan beresiko tinggi dalam terjadinya sepsis. Hal yang perlu kalian ketahui adalah, bahwa sepsi ini merupakan suatu infeksi yang memerlukan pengobatan yang serius dan memang harus dirujuk ke rumah sakit demi mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penyebab dari abortus inkomplit ( yang khusus kita bahas lebihd dalam pada topic kali ini) terjadi dikarenakan kondisi janin yang tidak berkembang sempurna dalam Rahim. Salah satu masalah umumnya terdapat pada plasenta. Sedangkan penyebab lainnya karena adanya sel telur dan sperma yang mengalami kerusakan atau karena factor lain seperti genetic dan juga kromosom. Keguguran juga disebabkan oleh factor genetic dari ayah atau ibu. Factor genetic yang paling seirng menjadi penyebab abortus spontai ialah abnormalitas kromosom pada janin. Lalu ada factor ibu diantaranya kelainan bentuk Rahim, factor kekebalan tubuh, kelainan endoktrin dan juga kelemahan pada otot leher Rahim. Factor ayah juga bisa menjadi penyebab keguguran dikarenakan infeksi sperma. Factor janin pun sangat mempengaruhi bertahannya kelangsungan hidup janin, factor ini dikarenakan gangguan pertumbuhan pada zigor, embrio, plasenta serta janin itu sendiri. Factor hormonal dan endoktrin juga berpengaruh dikarenakan pada factor hormonal pada ibu hamil terjadi gangguan kelenjar tyroid dan diabetes mellitus. Sedangkan endoktrin gangguan sindrom polikistik ovarium. Ada pula factor dari anatomi, imunlogi, infeksi, penyakit yang berasal dari ibu serta gaya hidup buruk dan alkoholisme.

Untuk mendapatkan menangani permasalah tersebut dibutuhkan penanganan yang sesuai. Pada umumnya dokter nanti akan memantau terlebih dahulu selama beberapa hari sampai semua jaringan kehamilan keluar dan luruh secara alami. Lalu jika jaringan kehamilan tidak keluar, biasanya dokter akan memberikan obat perangsang Rahim untuk mendorong sisa kehamilan agar keluar. Cara ini tentunya dilakukan bagi seorang wanita yang memang tidak memiliki kontradiksi obat dan tidak mengalami kontraksi sebelumnya. Kemungkinan juga anda akan disarankan untuk rawat inap di rumah sakit jika memang pendarahan yang anda alami sangat hebat dan juga mengakibatkan efek seperti mual, muntah, lelah, sakit kepala, juga diare. Cara terakhir yang biasanya dilakukan oleh dokter adalah melakukan tindakan curetasi seperti yang sudah dibahas diawal tadi.

Nah itu dia informasi mengenai abortus inkomplit serta penyebab dan cara penanganannya. Semoga artikel ini membuat kalian lebih waspada lagi ya dan tetap semangat untuk memperjuangkan janin dalam kandungan lewat pola makan dan juga pola hidup

Reply