Mari Mengenal Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum (BO)

Mari Mengenal Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum (BO)

Kehamilan merupakan hal yang diidamkan oleh ibu hamil apalagi jika sudah memasuki 9 bulan dan tinggal menunggu proses persalinan dan melihat buah hati dalam proses yang dekat. Kali ini kami akan membahas bagaimana Mengenal Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum (BO). Ibu hamil pun menginginkan segala sesuatunya berjalan dengan baik dan lancar tanpa kurang satu apapun. Segala sesuatu sudah dilakukan selama 9 bulan agar sang bayi dapat lahir dengan sehat serta normal. Namun, kadang kala apa yang kita rencanakan berbeda banding dekat yang Tuhan rencanakan.

Kehamilan yang didamba kadang gugur ditengah jalan akibat berbagai hal seperti adanya kehamilan diluar kandungan, adanya TORCH, kehamilan anggur dan yang kita bahas kali ini adalah adanya kondisi kehamilan kosong atau dikenal dengan Blighted Ovum.Blighted Ovum adalah kehamilan tanpa embrio, dimana saat terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban, plasenta, namun telur yang telah dibuahi tidak dapat berkembang, layaknya sebuah embrio.

Ibu hamil yang mengalami blihted ovum, akan merasakan bahwa kehamilan yang dijalaninya biasa-biasa saja, seperti tidak terjadi sesuatu, karena memang kantung kehamilan berkembang seperti biasanya. Pada kehamilan normal, produksi hormone HCG tetap meningkat, ibu hamil ketika dites positif, juga mengalami gejala kehamilan yang normal seperti mual, muntah, pusing, sembelit dan tanda lainnya. namun bagi ibu hamil yang menderita Blighted Ovumketika melakukan pemeriksaan USG maka akan terdeteksi bahwa terdapat kondisi kantung kehamilan berisi embrio yang tidak dapat berkembang.

Jadi, bukan terkait dengan hal-hal mistik yang biasa dipercaya oleh masyarakat setempat. Blighted Ovum terjadi pada saat awal-awal kehamilan dan penyebabnya masih belum pasti. Namun diduga karena adanya kelainan kromosom, genetikm serta sel telur yang kurang baik dibuahi oleh sperma normal atau sebaiknya. Sayangnya Blighted Ovum ini tdak dapat dicegah atau dihindari. Namun untuk penanganan apabila sang ibu mengalami Blighted Ovum , maka jalan satu-satunya adalah denga  cara mengeluarkan hasil konsepsi dari dalam lahir dengan cara kuretase atau dengan menggunakan obat yang diberikan dokter.

Namun curetase memiliki kelebihan untuk mencegah terjadinya infeksi dan juga pemeriksaan kromosom. Blighted Ovum tidak berpengaruh terhadap Rahim ibu atau terhadap masalah kesuburan. Namun jika ibu mengalami Blighted Ovum secara berulang maka ada baiknya langsung memeriksakannya denga pengobatan yang intensif, karena dikhawatirkan adanya kelainan kromosom yang menetap pada ibu ataupun suami.

Bagi ibu yang mengalami Blighted Ovum tetap kuat dan terus berdoa, masih besar juga harapan untuk mendapatkan kehamilan normal di kehamilan selanjutnya. Teruslah memiliki keyakinan pada Tuhan agar diberikan yang terbaik untuk kita. Semoga artikel ini bemanfaat untuk anda dan tetap semangat dan jangan putus asa.

Reply