Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Sejak Awal Dengan Tes Darah

Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Sejak Awal Dengan Tes Darah

Kelahiran anak merupakan hal terindah yang dimiliki oleh pasangan, harapannya adalah anak tersebut dapat lahir dengan sehat namun, terkadang ada beberapa pasangan yang ingin anaknya lahir dengan jenis kelamin yang diinginkan.  Setelah perjuangan besar yang dihadapi oleh sang ibu, adapula pasangan yang penasaran jenis kelamin anak mereka laki-laki atau perempuan, untuk mengetahui jenis kelamin bayi sejak awal dengan tes darahdan tes USG. Tes  USG ini biasa kita dengar di manapun, karena dengan adanya tes ini, tentu ayah dan ibu bisa mengetahui jenis kelamin sang buah hati dengan baik, namun penantian yang cukup lama membuat anda tidak sabar karena test ini biasa dilakukan saat janin memasuki usia 8-9bulan baru bisa terlihat.

Adapun metode lain, dimana memang tidak mengharuskan untuk menunggu selama itu. Metode ini dikenal dengan tes darah. Tes ini dapat dilakukan lebih awal dibandingkan dengan melakukan test USG yang baru akurat hasilnya setelah usia kehamilan 18-22 minggu. Test ini dapat dilakukan saat usia janin memasuki beberapa minggu yang sudah dapat dikenali jenis kelaminnya. Untuk metode ini tentu bisa kalian jadikan opsi pertama jika tidak sabar untuk mengetahui jenis kelamin janin pada kandungan. Biasa orang tua tidak sabar mengetahui jenis kelamin anaknya dikarenakan ingin mempersiapkan segala sesuatunya agar tidak salah.

Tes darah pada dasarnya ditujukan untuk mengetahui kelainan kromosom pada bayi (misalkan adanya kemungkinan down syndrome). Akan tetapi, dalam waktu yang bersamaan tes ini pun dapat menentukan jenis kelamin dari si janin ini dalam kandungan. Tes darah ini pun dikenal sebagai tes DNA sel bebas atau sel prenatal noninvansif. Tes ini dapat dilakukan dengan mengambil sample darah ibu, bukan dengan melakukan pembedahan dan lain sebagainya. Tes ini pun memiliki kelebihan yaitu dapat mengetahui jenis kelamin sang janin pada usia 7 minggu serta metode pengecekkan ini tidak akan menimbulkan resiko berbahaya untuk kehamilan sang ibu.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Journal of American Medical Association mengungkapkan bahwa akurasi dari tes DNA mencapai 95,4% untuk bayi laki-laki dan 98,6% untuk bayi perempuan. Jadi, jika anda dan pasangan anda tidak sabar untuk mengetahui bahaya kelebihan vitamin A pada ibu hamil. yang memang aman dan tidak memiliki  resiko yang berbahaya bagi kedua belah pihak.  Tes ini pun tidak membutuhka pembedahan yang serius, cukup dengan mengambil sample darah saja. Nah itu dia informasi yang dapat kami sampaikan, semoga berguna dan bermanfaat untuk kalian. selamat menunggu kehadiran sang calon buah hati ya

Reply