Pendarahan Trimester Kedua, Tanda Keguguran? Yuk Kita Intip Jawabannya

Pendarahan Trimester Kedua, Tanda Keguguran Yuk Kita Intip Jawabannya

Kehamilan merupakan proses yang cukup lama untuk para ibu dalam menyambut kelahiran sang buah hati. Namun proses itu pun tergantung dari kita sendiri bagaimana menjaga agar tetap pada jalurnya. Kehamilan selama 9 bulan tentu tidak mudah bagi wanita yang baru pertama melahirkan, tentu akan bersikap waspada atau bahkan masih sedikit keras kepala atau teledor dalam pola hidup yang dijalani demi kepentingan diri sendiri bukan karena bayi yang dikandung. Maka dari itu biasa akan terjadi pendarahan di trimester kedua dikarenakan fisik janin yang belum sepenuhnya kuat.

Pendarahan dapat dikategorikan pendarahan ringan ataupun pendarahan berat. Selain itu penyebabnya dapat disebabkan karena kondisi kesehatan ibu hamil atau pengaruh luar yang membebani ibu hamil sehingga menjadi stress, misalkan jika ibu hamil masih bekerja, biasanya tumpukkan pekerjaan justru akan mempermudah dia stress, di rumah pun jika hanya ibu hamil yang mengerjakan rumah dan hanya diam di rumah saja tentu akan membuat si ibu hamil ini cepat stress. Nah berikut kami akan memberikan informasi mengenai pendarahan khususnya pada trimester kedua.

Trimester kedua merupakan usia 4-6 bulan usia kandungan, pada usia ini akan mengalami abortus spontan atau keguguran, serta mengalami pendarahan saat kehamilan. Pada kondisi trimester kedua, memang sudah melekat dengan cukup kuat namun kondisi fisik ibu semakin terbebani dengan perubahan postur badan. Sehingga beberapa keluhan mungkin seringkali mengalami letih dan lesu. Beberapa ibu hamil pun biasanya membutuhkan suplemen tambahan agar kandungan zat besi tetap menjaga tubuh si ibu dan mencegah terjadinya anemia. Ibu hamil pasti akan merasa cemas dan khawatir ketika mengalami pendarahan. Maka dari itu pentingnya mengetahui penyebab dari pendarahan ini.

  1. Preamaturus Imminent yaitu hampir mirip dengan abortus iminens, dimana usia kehamilan hanya berlangsung 16-28 minggu, berat janin akan kurang dari 1000gr dan janin diluar kandungan. Normalnya adalah 28-37 minggu dengan berat badan bayi berkisar 1000-2500gr. Penyebabnya masih belum pasti namun dikaitkan dengan factor ekonomi, penyakit genetika dari ibu, kelainan anatomi serta infeksi vagina.
  2. Mola dikenal dengan penyakit trofoblas yaitu menyebabkan kelainan pertumbuhan calon plasenta yang berhubungan dengan tumor. Kehamilan dimanan tumbuh jonjot korin berganda berupa gelembung kecil yang menyerupai buah anggur. Nah penyakit ini dapat menyebabkan pendarahan hebat serta anemia.
  3. Inkompertensi servik yaitu penyebab paling sering yang menyebabkan pendarahan pada ibu hamil di trimester kedua. Pada kondisi ini, ditandai dengan terbukanya mulut Rahim yang mengalami penipisan sebelum usia kelahiran. Kondisi ini menyebabkan tidak dapat menahan janin dan akan mengakibatkan keguguran serta kelahiran premature bagi sang bayi nanti.

Penanganan yang tepat ialah pemeriksaan USG serta pemeriksaan obstetric yang dapat menjadi salah satu solusi pada konsisi ibu hamil di trimester kedua. Sehingga saat USG, kondisi bayi dapat dikontrol didalam kandungan. Meskipun tidak terlalu membahayakan akan tetapi pemeriksaan dengan rutin akan sangat diperlukan untuk indikasi pada kehamilan di trimester ketiga. Maka jika anda sekalian mengalami pendarahan di usia trimester kedua, segeralah memeriksanya ke dokter dan lakukanlah konsultasi dengan menjelaskan gejala-gejala yang anda alami. Semoga artikel ini membantu dan selamat menunggu kelahiran sang buah hati dengan sehat ya

Reply