Syarat Induksi Persalinan Yang Diperbolehkan

Syarat Induksi Persalinan Yang Diperbolehkan

Sering sekali banyak pertanyaan tentang syarat induksi persalinan yang diperbolehkan. Apa itu induksi persalinan? Ini adalah salah satu cara yang dilakukan untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi. Namun proses ini tidak boleh sembarang digunakan. Induksi persalinan akan dilakukan untuk ibu yang tidak ada tanda-tanda melahirkan, sehingga ibu hamil membutuhkan rangsangan untuk memancing rasa mulas, dengan cara ini bisa memudahkan janin keluar secara alami. Namun ada beberapa ibu yang tidak memerlukan induksi persalinan. Sangat bersyukur dan tidak perlu lagi induksi karena kemauan buah hati anda lahir ke dunia.

Balik lagi ke pembahasan awal induksi persalinan ini tidaklah dilakukan dengan sembarangan karena sangat beresiko, untuk itu kami akan membahasnya beberapa prosedur dan syarat induksi persalinan :

  1. Usia kehamilan lebih dari 42 minggu

Tentu jika usia kehamilan sudah memasuki usia 42 minggu, namun ibu belum juga mendapatkan tanda-tanda kehamilan, istilahnya buah hati anda masih betah, pemalu dan masih mau ada didalam rahim bunda hehe. Untuk itu pada usia lebih dari 42 minggu harus dibantu dengan induski persalinan. Adapula yang menjadi pertimbangan dilakukannya induksi persalinan adalah plasenta pada saat usia kehamilan sudah melebihi 42 minggu, plasenta tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisi dan pernafasan yang baik, sehingga ini sangat beresiko bayi anda mati didalam rahim.

  1. Riwayat kesehatan ibu hamil

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan induksi persalinan, karena jika ibu hamil mempunyai riwayat penyakit seperti ginjal, hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, preeklamsi, masalah payudara dan eklamsi. Dan ibu hamil yang memiliki kondisi fisik seperti bentuk punggul yang sempit dan memiliki kelainan pada tulang belakang, ini biasanya akan diberikan induksi karena berdasarkan riwayat kesehatan ibu.

  1. Kesehatan janin

Induksi persalinan dapat dilakukan jika jika kondisi kesehatan janin sudah mulai terancam atau tidak memungkinkan menunggu induksi dari bayi. Contohnya saja plasenta previa yang letaknya abnormal sehingga menutupi jalan lahir, adanya kelainan pada pertumbuhan struktur bayi dan terjadinya kematian intrauterine yang disebabkan oleh pertumbuhan janin yang terhambat dan lambat.

Cara untuk pemberian induksi persalinan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu yang pertama dilakukan secara kimia yaitu dengan memberikan obat-obat khusus. Yang kedua secara mekanik yaitu dengan memecahkan air ketuban pada saat melahirkan. Adapula beberapa hal yang harus diperhatikan saat memberikan induksi persalinan yaitu :

  • Serviks uteri
  • Serviks uteri yang sudah matang biasanya ditandai oleh serviks yang sudah menipis dan dapat dilalui dengan jari.
  • Tidak adanya disproporsi sefalovelfik (CPD)
  • Ini merupakan ketidaksesuaian kepala janin dan panggul ibu yang menyebabkan janin tidak bisa keluar lewat vagina.

Ini perlu menjadi catatan induksi dilakukan sebaiknya jika kepala janin sudah mulai turun ke area tempat keluar janin atau sudah mulai masuk kedalam rongga panggul. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan ibu untuk lebih mengetahui syarat induksi persalinan yang memang mengharuskan ibu menggunakannya.

Reply