Tips Memberikan Makanan Padat Pertama Untuk Bayi

Tips Memberikan Makanan Padat Pertama Untuk Bayi

Anda salah satu ibu yang baru saja melewati proses persalinan? Atau yang akan melewati itu? Rasanya bahagia dan deg-degan karena bagi anda ibu yang baru pertama kali mempunyai anak bukan suatu hal yang mudah, yang bisa dilakukan semua ibu. Terutama untuk ibu yang sudah melewati masa persalinan dan mulai mengurus buah hati melalu ASI esklusif namun kali ini kami akan membahas tips memberikan makanan padat pertama untuk bayi sebagai pendamping ASI. ASI cukup dinyatakan sebagai makanan tunggal untuk pertumbuhan bayi yang normal sampai usia 6 bulan seperti yang bunda juga sudah ketahui usia 6 bulan adalah usia yang cukup bagi bayi mulai makan makanan padat.

Setelah 6 bulan pemberian ASI saja hanya sekitar 60-70% kebutuhan bayi. Dengan kata lain selain ASI, bayi membutuhkan makanan pendamping. Selain itu bila MPASI tidak segera diberikan, masa krisis untuk mengenalkan makanan padat yang memerlukan keterampilan mengunyah (6-7 bulan) dan ini membuat bunda khawatir akan terlambat.

Tanda-Tanda Bayi Siap Menerima Makanan Padat

  1. Bayi tidak puas hanya dengan diberi ASI saja
  2. Bayi menunjukan ketertarikannya pada makanan yang anda makan
  3. Bayi yang telah tidur sepanjang malam, kini bangun lagi tengah malam dan menangis karena lapar

Berikan secara bertahap ya bunda, pemberian makanan padat pertama bayi sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Mutu bahan makanan bayi, carilah bahan makanan yang bermutu tinggi dijamin kualitas zat gizi yang baik
  2. Tekstur dan konsistensi (kekentalan) mulai bisa diberikan pada bayi misalkan bubur susu atau bubur/sari buah (pisang, papaya, jeruk manis). Secara bertahap makanan bayi dapat lebih kasar dan padat.
  3. Jenis makanan, untuk awal-awal disarankan bayi diperkenalkan satu persatu jenis makanan sampai ia mengenal dengan baik. Tunggu paling tidak 4 hari sebelum anda mengenalkan jenis makanan lainnya. Dan disitu bunda bisa melihat dan mengetahuinya apakah adanya reaksi alergi dan apakah buah hati anda menerima.
  4. Jumlah atau porsi makanan. Selama masa perkenalan, jangan pernah memaksa bayi menghabiskan makanannya.
  5. Urutan pemberian makanan. Biasanya pemberian ASI biasanya buah-buahan, tepung-tepungan, dan sayuran. Daging, ikan dan telur umumnya diberikan setelah bayi berumur enam bulan.
  6. Jadwal waktu makan harus luwes atau sesuai dengan keadaan lapar atau haus yang berkaitan dengan keadaan pengosongan lambung.

Perhatikan gizi seimbang selama minggu-minggu pertama pemberian makanan padat hanya ditujukan bagi perkenalan rasa dan tekstur makanan. Untuk itu penting sekali perhatikan gizi yang dibutuhkan bayi yaitu karbohidrat, vitamin, dan mineral(misalnya zat besi) dan vitamin (terutama vitamin C, B1 dan niasin). Sebaiknya anda tidak terlalu memberikan makanan yang mendung minyak.

Namun membutuhkan lemak agar dapat di serap oleh tubuh, maka nasi tim sering yang diberikan kepada bayi sebaiknya ditambahkan sumber-sumber lemak. Bisa tambahkan nasi timnya dengan 1 sendok the minya/ margarine. Dan yang tidak boleh dilupa yaitu jadwal minum susu bayi perlu guna memuaskan rasa hausnya dan membantu  memperlancar kerja pencernaannya.

Ciptakan Pengalaman Yang Menyenangkan

Pada dasarnya cara pemberian makanan jangan terlalu memaksa bayi, misalkan dalam waktu yang cepat dan dalam jumlah yang banyak. Perlu diingat bayi yang frustasi cenderung akan bersikap lebih baik melawan dari pada makan. Jadi sarannya biarkan dia menikmati makannya dan waktunya. Hal-hal yang dapat anda lakukan agar menyenangkan :

  1. Yakinkan bahwa bayi anda merasa aman dan nyaman, baik dikursi makannya maupun dipangkuan/gendongan anda.
  2. Suasanan makan yang nyaman akan menambah napsu makan bayi.
  3. Lakukan kontak mata dan komunikasi. Bujuk dan rayu agar mau mencoba makannya. Jika ia masih belajar mengunyah dan dilepehkan kembali ini adalah hal yang wajar. Dan normal.
  4. Sabar, jangan panic, bila ia mengalihkan pandangannya, memutar kepalanya, menolak membuka mulut, atau mendorong sendok makan yang anda sodorkan kepadanya. Ajak bicara lalu coba kembali jika tidak bisa dicoba untuk besok hari begitu seterusnya.
  5. Biarkan bayi belajar makan sendiri. Memang kegiatan ini akan membuat diri dan keadaan disekitarnya kotor, namun tanpa disadari keterampilan makannya akan semakin berkembang.
  6. Ajak si kecil makan dimeja makan bersama anggota keluarga lain.

Memang tidak mudah dan pasti sangat butuh waktu yang sangat sabar dan panjang dalam menjaga dan merawat buah hati anda perkembangan demi perkembangan yang akan menjadi baik dan sehat. Pola makan yang baik merupakan salah satu factor penting yang dapat menjamin kehidupan yang sehat dan masa depan yang baik. Semoga bermanfaat dan semangat bunda.

Reply